Wednesday, August 20, 2014

Terserah Kamu!

Filipi 4:6 “Tetapi nyatakanlah segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Pagi ini di timeline Path gue ada seorang teman yang mengupload sebuah gambar yang berisi kata-kata, definisi dari ‘terserah’ menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan menurut KBBW (Kamus Besar Bahasa Wanita), dan disambut dengan emote ‘laugh’ super banyak dari teman-teman yang lain. Dan setelah gue pikir-pikir, iya juga, kenapa bisa begitu berbeda terserah-nya KBBI dengan KBBW. Untuk pria-pria yang punya pacar ngambekan dan sering ngomong ‘terserah’ pasti sekarang lagi ngangguk-ngangguk setuju, betapa terserah-nya KBBW itu sangat amat sulit dimengerti. Hahaha. Berikut definisinya..

Menurut KBBI : terserah /ter·se·rah / 1 v sudah diserahkan (kpd); pulang maklum (kpd); tinggal bergantung (kpd): hal itu - kpd Anda; 2 a masa bodoh: usul saya ini diterima atau tidak.

Sedangkan menurut KBBW :
1. Memberi kesempatan pada kaum pria untuk menjadi pemimpin.
Sebagai kaum pria, kalian pasti bangga kan kalau dianggap sebagai pemimpin? Nah, kadang dalam menjalani sebuah hubungan, ego kaum pria untuk menjadi pemimpin bagi pasangannya selalu kalah oleh besarnya perasaan si pria kepada si wanita. Yang menyebabkan pada akhirnya, pria cenderung lebih mengalah dan menuruti keinginan pasangan. Padahal, dalam beberapa situasi, wanita justru lebih ingin dibimbing dan dipimpin. Dan mungkin, cara menunjukkannya terkadang menggunakan kata “terserah”.

Contoh kasus:
Lagi mau pergi makan,
Cowok: “Kita kemana ya enaknya?”
Cewek: “Terserah..” Tanpa nengok dan sambil sok-sok sibuk sama gadget.

Udah di Mall,
Cowok: “Kamu mau makan apa?”
Cewek: “Terserah..”

Kesimpulan: Disini kaum pria harus lebih peka dan menyadari bahwa kamu lagi kita kasih kesempatan untuk memimpin! Hahaha.

2. Menguji pasangan
Adakalanya pada saat wanita bilang “terserah” itu untuk menguji ingatan pasangan. Dalam arti, si wanita ingin agar kalian kaum pria lebih memperhatikan dimana, kapan, dan apa saja kesukaannya.

Contoh kasus:
Si cewek pernah bilang kalau dia enggak suka film thriller darah-darahan, terus pas ke bioskop pilihan film nya ada 2, yang satu thriller, yang satu drama.
Cowok: “Kita mau nonton apa nih?”
Cewek: “Terserah..”
Cowok: “Yaudah. Mas tiket film thriller nya dua ya.” Ngomong ke mas-mas penjaga loket.
Pulang nonton, berantem, didiemin seribu bahasa sama si cewek. Hahaha.

Kesimpulan: Nah, sebenarnya jawabannya kan udah tau kalau si cowok memperhatikan apa yang disuka dan enggak disuka sama si cewek.

3. Ngambek
Ngambek bagi wanita itu dibagi menjadi dua. Pertama, ngambek yang alasannya jelas. Dan yang kedua, ngambek yang enggak jelas, karena emang lagi pingin ngambek aja. Dan, kata “terserah” ini pun bisa dijadikan alasan bagi si wanita untuk menggambarkan jenis ngambeknya itu yang ngambek tanpa alasan.

Contoh kasus:
Cowok : “Kita mau kemana?”
Cewek : “Terserah.”
Cowok : “Makan yuk.”
Cewek : “Enggak mau.”
Cowok : “Yaudah, nonton.”
Cewek : “Enggak mau.”
Cowok : “Yah, terus kamu mau nya kemana?”
Cewek : “Terserah.”
Terus cowoknya kejang-kejang, berbusa, dan bunuh diri setelah itu. HAHAHAHA.

Well, itu cuma kasus lebay doang sih. Hahaha. Tapi, terbukti kadang suka dialami sama pasangan muda jaman sekarang. Lalu gimana dengan gue sendiri sebagai wanita? Em.. Kadang kalau emang gue lagi buntu banget dan have no idea, memang sering ngomong terserah juga sih sama pasangan pas diajak makan atau kemana. Tapi, dalam kasus ini, gue lebih suka kalau orang yang ngajak gue makan atau pergi itu punya persiapan dan tujuan, jadi saat mereka tanya ke gue “Kita mau kemana?” atau “Kamu mau makan apa?” itu adalah bentuk pertanyaan sopan yang menghargai pilihan gue, tapi enggak benar-benar harus gue yang memilih.

Girls, ngaku deh.. kita pasti terlalu sering menjawab “terserah” waktu ditanya mau makan apa. Bahkan, kita juga sering menjawab “terserah” ketika ditanya mau dikasih kado apa. Gitu ga sih? Lalu, kita kecewa kalau mendapatkan sesuatu tidak seperti apa yang kita harapkan, padahal saat ditanya jawabnya “terserah”. Repot kan? Banyak orang malu menunjukkan keinginannya, makanya enggak heran kalau ia enggak mendapatkan seperti apa yang ia harapkan, wong jawabnya terserah kok.

Lalu, back to the topic di Filipi 4:6, kenapa kita disuruh untuk menyatakan permohonan kita sama Tuhan? Bukannya Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Tahu? Gitu ya? Pertanyaan ini sering sekali gue denger dari beberapa temen gue, dan bahkan gue sendiri pun kerap mempertanyakan hal yang sama. Tapi, kalau kita baca Firman Tuhan di Filipi 4:6, dengan jelas dikatakan, “Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Banyak orang yang tidak mau menyatakan keinginannya sama Tuhan. Mungkin karena enggak tahu apa yang benar-benar dibutuhkan atau diinginkan. Mungkin juga karena malu untuk menyatakannya dan merasa tidak layak untuk meminta.

Tapi, waktu Allah meminta kita untuk menyatakan keinginan kita kepada-Nya, itu bukan karena Allah enggak tahu apa yang kita inginkan, melainkan karena Tuhan ingin kita sendiri menyadari apa yang kita mau, supaya kita benar-benar mengejarnya. Sebab, hakekat dari doa adalah kombinasi dari iman dan perbuatan toh? So, dengan iman kita meminta, dan dengan perbuatan kita diberkati. Jadi, kalau kita sendiri aja enggak tahu apa yang benar-benar kita inginkan, gimana kita mengejarnya dan mewujudkannya? Enggak mungkin kan. Itu sama hal nya seperti Tuhan tanya sama kita apa yang kita inginkan, dan kita bilang “terserah Tuhan..”.

Karena itu, langkah awalnya supaya kita mendapatkan adalah dengan berani menyatakan keinginan kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Terlebih lagi, dalam Matius 7:11 dikatakan, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Mintalah, maka kamu akan diberi. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan.

Have a good day! Tuhan berkati ^^

No comments: