Filipi 4:6
“Tetapi nyatakanlah segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan
permohonan dengan ucapan syukur.”
Pagi ini di
timeline Path gue ada seorang teman yang mengupload sebuah gambar yang berisi
kata-kata, definisi dari ‘terserah’ menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
dan menurut KBBW (Kamus Besar Bahasa Wanita), dan disambut dengan emote ‘laugh’
super banyak dari teman-teman yang lain. Dan setelah gue pikir-pikir, iya juga,
kenapa bisa begitu berbeda terserah-nya KBBI dengan KBBW. Untuk pria-pria yang
punya pacar ngambekan dan sering ngomong ‘terserah’ pasti sekarang lagi ngangguk-ngangguk
setuju, betapa terserah-nya KBBW itu sangat amat sulit dimengerti. Hahaha.
Berikut definisinya..
Menurut KBBI :
terserah /ter·se·rah / 1 v sudah diserahkan (kpd); pulang maklum
(kpd); tinggal bergantung (kpd): hal itu - kpd Anda; 2 a masa bodoh: usul saya ini diterima atau
tidak.
Sedangkan
menurut KBBW :
1.
Memberi kesempatan pada kaum pria untuk
menjadi pemimpin.
Sebagai
kaum pria, kalian pasti bangga kan kalau dianggap sebagai pemimpin? Nah, kadang
dalam menjalani sebuah hubungan, ego kaum pria untuk menjadi pemimpin bagi
pasangannya selalu kalah oleh besarnya perasaan si pria kepada si wanita. Yang
menyebabkan pada akhirnya, pria cenderung lebih mengalah dan menuruti keinginan
pasangan. Padahal, dalam beberapa situasi, wanita justru lebih ingin dibimbing
dan dipimpin. Dan mungkin, cara menunjukkannya terkadang menggunakan kata
“terserah”.
Contoh
kasus:
Lagi
mau pergi makan,
Cowok:
“Kita kemana ya enaknya?”
Cewek:
“Terserah..” Tanpa nengok dan sambil sok-sok sibuk sama gadget.
Udah
di Mall,
Cowok:
“Kamu mau makan apa?”
Cewek:
“Terserah..”
Kesimpulan:
Disini kaum pria harus lebih peka dan menyadari bahwa kamu lagi kita kasih
kesempatan untuk memimpin! Hahaha.
2.
Menguji pasangan
Adakalanya
pada saat wanita bilang “terserah” itu untuk menguji ingatan pasangan. Dalam
arti, si wanita ingin agar kalian kaum pria lebih memperhatikan dimana, kapan,
dan apa saja kesukaannya.
Contoh
kasus:
Si
cewek pernah bilang kalau dia enggak suka film thriller darah-darahan, terus
pas ke bioskop pilihan film nya ada 2, yang satu thriller, yang satu drama.
Cowok:
“Kita mau nonton apa nih?”
Cewek:
“Terserah..”
Cowok:
“Yaudah. Mas tiket film thriller nya dua ya.” Ngomong ke mas-mas penjaga loket.
Pulang
nonton, berantem, didiemin seribu bahasa sama si cewek. Hahaha.
Kesimpulan:
Nah, sebenarnya jawabannya kan udah tau kalau si cowok memperhatikan apa yang
disuka dan enggak disuka sama si cewek.
3.
Ngambek
Ngambek
bagi wanita itu dibagi menjadi dua. Pertama, ngambek yang alasannya jelas. Dan
yang kedua, ngambek yang enggak jelas, karena emang lagi pingin ngambek aja.
Dan, kata “terserah” ini pun bisa dijadikan alasan bagi si wanita untuk
menggambarkan jenis ngambeknya itu yang ngambek tanpa alasan.
Contoh
kasus:
Cowok
: “Kita mau kemana?”
Cewek
: “Terserah.”
Cowok
: “Makan yuk.”
Cewek
: “Enggak mau.”
Cowok
: “Yaudah, nonton.”
Cewek
: “Enggak mau.”
Cowok
: “Yah, terus kamu mau nya kemana?”
Cewek
: “Terserah.”
Terus
cowoknya kejang-kejang, berbusa, dan bunuh diri setelah itu. HAHAHAHA.
Well,
itu cuma kasus lebay doang sih. Hahaha. Tapi, terbukti kadang suka dialami sama
pasangan muda jaman sekarang. Lalu gimana dengan gue sendiri sebagai wanita?
Em.. Kadang kalau emang gue lagi buntu banget dan have no idea, memang sering
ngomong terserah juga sih sama pasangan pas diajak makan atau kemana. Tapi,
dalam kasus ini, gue lebih suka kalau orang yang ngajak gue makan atau pergi
itu punya persiapan dan tujuan, jadi saat mereka tanya ke gue “Kita mau
kemana?” atau “Kamu mau makan apa?” itu adalah bentuk pertanyaan sopan yang
menghargai pilihan gue, tapi enggak benar-benar harus gue yang memilih.
Girls,
ngaku deh.. kita pasti terlalu sering menjawab “terserah” waktu ditanya mau
makan apa. Bahkan, kita juga sering menjawab “terserah” ketika ditanya mau
dikasih kado apa. Gitu ga sih? Lalu, kita kecewa kalau mendapatkan sesuatu
tidak seperti apa yang kita harapkan, padahal saat ditanya jawabnya “terserah”.
Repot kan? Banyak orang malu menunjukkan keinginannya, makanya enggak heran
kalau ia enggak mendapatkan seperti apa yang ia harapkan, wong jawabnya
terserah kok.
Lalu,
back to the topic di Filipi 4:6, kenapa kita disuruh untuk menyatakan
permohonan kita sama Tuhan? Bukannya Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Tahu? Gitu
ya? Pertanyaan ini sering sekali gue denger dari beberapa temen gue, dan bahkan
gue sendiri pun kerap mempertanyakan hal yang sama. Tapi, kalau kita baca
Firman Tuhan di Filipi 4:6, dengan jelas dikatakan, “Nyatakanlah dalam segala
hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Banyak orang yang tidak mau menyatakan keinginannya sama Tuhan. Mungkin karena
enggak tahu apa yang benar-benar dibutuhkan atau diinginkan. Mungkin juga
karena malu untuk menyatakannya dan merasa tidak layak untuk meminta.
Tapi,
waktu Allah meminta kita untuk menyatakan keinginan kita kepada-Nya, itu bukan
karena Allah enggak tahu apa yang kita inginkan, melainkan karena Tuhan ingin
kita sendiri menyadari apa yang kita mau, supaya kita benar-benar mengejarnya.
Sebab, hakekat dari doa adalah kombinasi dari iman dan perbuatan toh? So,
dengan iman kita meminta, dan dengan perbuatan kita diberkati. Jadi, kalau kita
sendiri aja enggak tahu apa yang benar-benar kita inginkan, gimana kita mengejarnya
dan mewujudkannya? Enggak mungkin kan. Itu sama hal nya seperti Tuhan tanya
sama kita apa yang kita inginkan, dan kita bilang “terserah Tuhan..”.
Karena
itu, langkah awalnya supaya kita mendapatkan adalah dengan berani menyatakan
keinginan kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Terlebih lagi, dalam Matius 7:11 dikatakan, “Jadi jika kamu yang jahat tahu
memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga!
Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Mintalah,
maka kamu akan diberi. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan.
Have
a good day! Tuhan berkati ^^
No comments:
Post a Comment