Jam-jam segini itu jam beracun hahaha. Karena tiba-tiba suka muncul
ingatan-ingatan yang random, kepikiran apapun yang sifatnya random dan
menyebalkan. Waktu Indonesia Bagian Galau kalau kata twitter. (Enggak, gue sih
enggak galau. Bener.)
Well, gue terbiasa sendirian, tinggal sendiri, tidur sendiri, jalan di mall sendiri, makan sendiri, nonton sendiri, bahkan yang ekstrimnya adalah karaokean sendiri.... (Okay yang terakhir memang awkward banget, tapi itulah kenyataan, pahit. Hiks.)
Dan maka dari itu, gue agak suka over excited kalau pergi dengan orang
lain. (Over excited nya dalem hati doang, depan orangnya sih tetep cool-cool
gimana gitu kaaannnn.. Uhuk *wink* hahaha.)
Tapi sedihnya adalah, beberapa waktu lalu, gue pernah janjian untuk
ketemu dengan seseorang untuk jalan, dan gue tetep sendirian. Bukan karena
orang itu diem aja pas pergi, bukan, tapi karena orang itu enggak ada. Iya,
membatalkan janji ketemuan, setelah gue menunggu di coffee shop berjam-jam dari
siang sampai sore.
Gue terbiasa sendirian, tapi bukan berarti gue suka sendirian. Gue
enggak suka sendirian. Tapi dibandingkan dengan sendirian, gue lebih enggak
suka menunggu. Gue bener-bener enggak suka menunggu, semua jenis menunggu.
Entahlah.. gue jadi kepikiran, egoiskah kalau gue sendiri enggak suka
menunggu, tapi ada orang lain yang sedang menunggu gue?
No comments:
Post a Comment