Monday, December 22, 2014

Asumsi


Selalu ada kekacauan setiap kali gue harus berhadapan sama seseorang dengan sifat ‘curigaan a.k.a asumsi-an’. Gue paling enggak suka asumsi-asumsi negatif ditujukan ke gue, malas lebih tepatnya. Malas harus meyakinkan seseorang bahwa asumsinya salah, untuk sesuatu yang enggak gue perbuat, kepikiran pun enggak padahal. Malas harus menjelaskan apa saja yang terjadi disana demi memuaskan kecurigaannya. Malas harus berdebat panjang hanya untuk meredam emosinya. Menurut gue, buang-buang waktu. Karena asumsi itu kan sebenarnya masalah orang itu, bukan masalah gue. Coba kalau pikirannya positif, pasti asumsi negatif enggak ada bukan? Lebih baik di komunikasikan, tapi enggak pakai negative thinking, enggak pakai urat, kalau bakso boleh deh pakai urat. Asumsi negatif itu sebenarnya lahir dari ketakutan kan. Jadi, coba dikurang-kurangi kalau belum bisa dihilangkan.

Gue lagi suka sama sebuah lagu, dikasih tau sama seseorang nun jauh di pesisir sana. Haha. Lagu untuk bulan Desember, dimana merupakan bulan favorit, bulan paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun, dan selalu jadi bulan yang menyimpan banyak sekali memori terbaik. I love you, December.

Thursday, December 18, 2014

Some Things That You’ll Never Have With Money

Money is important, obviously. Without it we’d have no roof over our heads, food in our bellies or clothes on our backs. Money allows us to do and have more things than we can without it. It’s a means to an end. But, for all that money is useful and good to have around, for all that it can buy, there are quite a few things that it can’t buy. Even if you have millions of dollars, there are some things that you’ll never have with money alone. So what can’t money buy? Read on.

Lost time
Money cannot buy back lost time. As each day passes, it is lost and you can never get it back. When you miss that chance to say, “I love you,” to someone special, or you tell your parents, “Not now, I have to work,” that opportunity is gone. No amount of money that you make in the future will get that day, that moment, back.

Happiness
It’s a cliche that money can’t buy happiness, but it’s also true. It can buy you some fun and fleeting joy (a cool vacation, a big TV, a fast car), but it can’t buy the true happiness that comes from liking yourself, having stable relationships, and a good family.

Love
It’s another cliche that money can’t buy love, but a true one. Money can buy initial attraction or even lust, but “true” love comes from mutual respect, caring for each other, sharing experiences, and growing together. There’s a reason that people who marry only for money rarely end up happy. Love at its best functions regardless of whether you have a lot of money or very little.

Acceptance
True, you can buy things that make you fit in, the latest cars, clothes, shoes, or electronics, but these things don’t represent true acceptance. If you really want to be accepted by your peers (beyond high school where a pair of shoes really does make you part of the in crowd), you’d do better to focus your energies on making yourself valuable to those around you. Being a good friend, a kind and helpful person, and someone who excels at what they do will go further to gain you acceptance than the stuff money can buy.

Health
Money can buy healthcare and medicine, but it cannot replace health once it’s lost. It’s far better to take preventative action such as watching what you eat, exercising, not smoking, and getting regular physicals than to rely on money to save you once your body has started to fail you. Money also can’t buy back your youth. No amount of money you make in the future will replace those days when your body could do anything easily and look good doing it. You can spend thousands on “treatments” to preserve your youth, but it’s an illusion. Once your youth is gone, no amount of money will get it back.

Success
Some people succeed by being slimy and paying/bribing their way to the top. But these are the exception and I would hope you wouldn’t aspire to that. Success comes from hard work, applying your gifts in the best way possible, and paying your dues to move ahead in the world. There is very little that money can buy you to help you succeed. It might be able to buy you some training or equipment, but the majority of your success is determined by the work you put in, not the money you spend.

Talent
People are born with certain talents. Money can certainly nurture a talent. You can buy music lessons or coaching sessions to nurture your talents, but money cannot buy a talent. You can learn to do certain things well, but the true gift to do it well can’t be bought.

Class/manners
There are plenty of rich people who are rude and crude and plenty of poor people who demonstrate perfect manners and respect for others. And vice-versa. The amount of money you have doesn’t determine whether you behave well or poorly. Manners and classy behavior are not bought, they are taught and practiced at all levels of society by parents and family members who want to see their offspring behave well in society. Money doesn’t confer good behavior. Money can buy you entry into a better class position, but it cannot make you behave with class.

Peace
If money could buy peace, I think we’d be there by now. Think of the amount of money that governments have spent over the years in the name of “peace.” Has it worked? Nope. Peace isn’t something you buy. I think peace only comes from acting fairly, humanely, and treating others (people and countries) as we would want to be treated. And even then, it might not be possible. But for sure money won’t buy it.

I’m not suggesting that you give up the pursuit of money and go on some monastic quest for deeper meaning. It is important to manage your money well, to educate yourself about money, and earn enough to secure your financial future. However, it pays to stop and think every now and then about the things you would still have even if you didn’t have money. Your family, your health, and your gifts and abilities aren’t determined by how much money you have. There are things that no amount of money can buy and it’s worthwhile to pursue them even as you worry about money. Money is important, but maybe it’s not the most important thing in the world.

Wednesday, December 17, 2014

Random

As I grow older I discover that life is not a bed of roses. We all have our share of trials, struggle and pains that we all have to learn to either live with or overcome. We hope someone will always be there to save us from fight. Soon I realize that no one can really pick me and save me but myself. The only friends I have are my two hands and learning to deal with difficulties in life is a skill that needs to be mastered to survive.

Friday, December 5, 2014

Pintar Itu Derita

Kalo di post sebelumnya cewek cantik sering dianggep bego, nah sekarang kita bahas cewek pintar. Beruntung sekali ya cewek-cewek yang dilahirkan mempunyai otak encer. Kalo mereka bisa memanfaatkan kemampuannya dengan baik dan benar, dijamin pasti masa depan cerah! Tapi jadi cewek yang terlalu pintar juga harus menanggung beberapa derita loh, beberapa di antaranya adalah…

1. Sering dimanfaatkan
Cewek yang terlalu pintar itu sering dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk kepentingan pribadi. Ada beberapa orang yang pura-pura baik atau perhatian, padahal punya maksud terselubung, misalnya selalu minta contekan ketika ada PR dan tugas atau langganan minjem catatan. Kasiannya lagi kalo si cewek pintar itu lugu dan gak sadar-sadar kalo dia dimanfaatkan.

2. Dianggap serba tau
Karena kemampuan yang dimilikinya, biasanya cewek pintar itu dianggap tau semua hal, padahal belum tentu juga kan. Ada pelajaran yang rumit dikit, ditanya. Ada berita tentang politik atau ekonomi terbaru, ditanya. Ada film yang baru rilis, ditanya. Ada seleb yang pacaran atau putus, ditanya. Pusing kan? Giliran gak bisa jawab, dikomentarin, “Katanya pintar, kok gak tau?”. Lah emang ini orang pinter atau cenayang? -___-

3. Enggak boleh salah
Cewek pintar itu enggak boleh salah, karena dianggap tau semua hal, berarti si cewek pintar juga dituntut untuk memberikan jawaban dan penjelasan yang akurat. Salah sedikit, dikomentarin lagi deh, “Katanya pintar, tapi jawabannya kok salah!”. Zzzzz!

4. Dianggap freak
Cewek yang terlalu pintar itu kayak punya dunia sendiri, karena itulah sering dianggap freak. Tapi biasanya mereka cenderung cuek dengan komentar orang.

5. Bikin cowok-cowok jiper
Cowok itu enggak mau terlihat bodoh di depan cewek, karena itulah biasanya cowok-cowok akan jiper duluan buat PDKT dengan cewek yang terlalu pintar. Cowok-cowok juga sering menganggap kalo cewek yang terlalu pintar itu susah ditaklukkan dan diatur. Dan ditemukan lagi teori baru bahwa cewek pintar adalah korban php, apalagi kalau pintar terus cantik, berarti paling parah kena php.. :’( (Lihat teori di post sebelumnya)

6. Dianggap sombong/ belagu
Karena tau banyak hal, cewek yang terlalu pintar biasanya dianggap sombong atau belagu. Selalu tunjuk tangan dan menjawab duluan setiap guru memberikan pertanyaan di kelas, eh malah dipelototin teman-teman sekelas. Meralat teman yang salah ngasih info tentang politik atau ekonomi terbaru, eh malah dicemberutin dan dibilang sotoy deh. Serba salah.

7. Harus update terus
Karena sering ditanya dan dituntut untuk memberikan jawaban yang benar, maka cewek pintar punya kewajiban untuk selalu update tentang semua hal.

8. Sering diandalkan
Karena bakat yang dimilikinya, cewek yang terlalu pintar jadi sering diandalkan, baik oleh keluarga maupun teman-temannya. Mereka kayak punya beban sendiri untuk menjadi yang terbaik, karena “dituntut” untuk menjadi yang terbaik.

9. Dianggap terlalu ambisius
Karena yakin dengan kemampuan yang mereka miliki, sah-sah aja dong kalo seseorang mengejar impiannya, setinggi apapun itu, meskipun dia cewek. Jadi pejabat atau presiden misalnya. Sayangnya masih banyak yang beranggapan kalo cewek itu kodratnya di bawah cowok. Ujung-ujungnya si cewek dianggap terlalu ambisius dan di bully deh.

10. Dianggap terlalu serius
Biasanya cewek yang terlalu pintar itu tau banyak, karena itulah kalo ngomongin sesuatu, mereka biasanya akan membahas itu sedalam-dalamnya. Kalo yang diajak ngomong ngerti sih jadinya asik-asik aja, tapi kalo yang diajak ngomong biasa-biasa aja, mereka pasti akan dianggap terlalu serius. Yang diajak ngomong malah jadi bingung sampe garuk-garuk kepala.

Sumber: Teen

Thursday, December 4, 2014

Cantik Itu Derita

Cantik itu relatif sih. Bahkan kalau kata quotes-quotes bijak, semua cewek itu pasti punya inner beauty nya sendiri, ga terlalu penting outer beauty. Ettsss tapiiiiiii… tetep aja, beruntunglah cewek-cewek yang memang sudah ditakdirkan terlahir dengan tampang diatas rata-rata relatif. Tapi siapa bilang jadi cewek cantik itu melulu enak dan gampang? Banyak susahnya juga tau ternyata. Nih kalo enggak percaya…

1. Dituntut sempurna
Cewek cantik dituntut sempurna. Jika ada yang salah dengan make up atau cara berpakaian, pasti dikomentarin. Padahal kadang kurangnya cuma sedikit. Keluar rumah dengan tampilan kucel atau cuek, siap-siap diomongin. Terus kalo dandan rapih, dikatain menor, heboh, tebar pesona. Serba salah. Terjun aja lah udah. Hahaha.

2. Sering dicemburui dan dicurigai
Paling susah kalo punya pacar cemburu. Lagi jalan sama pacar terus ada cowok senyum di jalan, langsung di interogasi, 'Siapa tuh? Kok dia senyum-senyum sama kamu? Mantan gebetan ya?', padahal mah MENEKETEHE itu saha. Kemudian sering dicurigain mau rebut pacarnya sahabat, karena sahabat merasa kalah cantik. Tapi yang ini tergantung sahabatnya juga sih, cuma biasanya begitu.

3. Sering digodain
“Cewek suit suit!”, “Kenalan dong”, “Mau kemana cantik?”, itu adalah beberapa kalimat yang sering dilontarkan cowok-cowok kalo si cewek cantik lagi jalan. Diladenin males. Gak kenal! Gak diladenin yang godain malah makin menjadi-jadi. Telpon truk tronton aja buat tabrak itu orang-orang.

4. Dicap boros
Cewek cantik itu selalu dianggap boros. Maunya makan di tempat mahal, jalan-jalan ke mal, gak mau susah, gak mau capek. Makanya banyak cowok yang cuma beraninya godain doang dan males ngajak jalan apalagi jadian. Kasian. Ternyata ditemukan fakta baru bahwa cewek cantik lebih sering di php-in.

5. Dicap aji mumpung
“Alah paling aji mumpung!” itulah komen yang diucapkan orang-orang kalo cewek cantik kepilih jadi sesuatu. Padahal emang punya skill. Tapi enggak ngaruh, komentar orang pasti aji mumpung.

6. Dicap penggoda
Cewek cantik kalo terlalu ramah dan kebanyakan senyum sama orang (terutama cowok) sering dianggap penggoda. Dibilang genit lah, dikomentari centil lah. Padahal senyum itu kan sebagian dari iman ya, saudara-saudara?

7. Dicap sombong
Kebalikannya, kalo senyum melulu dianggap genit, maka kalo cewek cantik sok cool atau pendiam justru dianggap sombong. Padahal ada loh tipe orang yang diam atau pemalu banget kalo belum kenal dekat sama orang lain.

8. Dicap bego
Karena yang selalu jadi pusat perhatian adalah wajahnya yang cantik, makanya kadang orang-orang jadi enggak ngeh dengan bakat lain yang dimiliki si cewek cantik. Orang cenderung enggak yakin kalau dia pintar dan cerdas. Udah sekolah tinggi-tinggi tetap aja dicap modal tampang doang. Malang!

9. Dicap matre
Cewek cantik punya pacar yang tampangnya pas-pasan atau jelek, pasti langsung dibilang cewek matre. “Kok mau sih pacaran sama cowok jelek, pasti ngincer uangnya tuh.” Itu tuh komen-komen yang selalu cewek cantik dengar. Padahal siapa tau emang si cewek cinta mati ya? Kasih sayang yang utama, tampang yang kedua. Azzeeeeekk!

10. Perannya terbatas
Ini berlaku buat seleb cantik yang terjun ke dunia akting, kayaknya susah ya punya tampang cantik tapi perannya jadi gelandangan atau orang susah. Pasti penonton akan komen “Gak cocok tuh, gak ada tampang susahnya sama sekali!” Padahal akting si seleb cantik oke loh. So, perannya jadi terbatas kan?

Sumber: Teen